Minggu, 01 Januari 2012

Kecerdasan Intelektual (IQ)


KECERDASAN INTELEKTUAL ( IQ )

Menurut Alfred Binet Simon, Kecerdasan intelektual ( IQ ) menentukan kesuksesan seseorang. Beliau merumuskan bahwa dengan IQ yang tinggi, maka tingkat kesuksesan lebih tinggi. Dan sebaliknya, tingkat IQ yang rendah menandakan tingkat kesuksesan yang rendah pula atau sulit untuk sukses. Jadi, tingkat IQ menjadi tolak ukur bagi kesuksesan hidup seseorang.
Kecerdasan intelektual pada individu dipengaruhi oleh fungsi otaknya. Ada dua bagian otak pada manusia dimana masing – masing bagian memeiliki kapasitas yang berbeda – beda. Dua bagian itu adalah otak kiri dan otak kanan. Otak kiri merupakan bagian untuk logika, perhitungan, bahasa, urutan dan sebagainya. Sedangkan otak kanan berfungsi dalam berimajinasi, kreatifitas, permainan warna, gambar dan pengolahan musik. Keseimbangan antara perkembangan dan penggunaan otak kanan dan otak kiri sangat mempengaruhi kemajuan pada kecerdasan intelektual seseorang.
Namun, di era ini, banyak orang yang tidak menyadari pentingnya penyeimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Seringkali penggunaan otak kanan diabaikan dan hanya memacu otak kiri untuk bekerja lebih keras. Misalnya pada sistem pendidikan saat ini, hanya menonjolkan ilmu – ilmu sains dan sosial yang kurang melibatkan daya kreatifitas dan imajinasi seseorang.
Sistem pendidikan yang ideal adalah yang mampu mengoptimalisasi kerja otak dengan menyeimbangkan antara kecerdasan spiritual, emosional, dan rasional. Penyeimbangan ini akan sangat menunjang output dari sistem pendidikan itu sendri, yaitu menghasilkan individu – individu yang cerdas dan siap pakai.
Jenis - jenis kecerdasan, diantaranya :
1.      Kecerdasan linguistik
2.      Kecerdasan matematika
3.      Kecerdasan spasial
4.      Kecerdasan kinestetik
5.      Kecerdasan musik
6.      Kecerdasan interpribadi
7.      Kecerdasan antarpribadi

Dan sebagai tambahan
1.      Kecerdasan naturalis
2.      Kecerdasan eksistensia
3.      Kecerdasan spiritualis

Disebutakan oleh seorang ilmuwan bernama Bloom, bahawa cara berpikir manusia berurutan dalam tingkatanya.
  1. Remembering ( ingatan )
  2. Understanding ( pemahaman )
  3. Applying ( pengaplikasian )
  4. analizing ( menganalisis )
  5. Creativ ( berkreativitas )

KECERDASAN EMOSIONAL

Kecerdasan Emosiaonal adalah kemampuan sesorang dalam mengenali dan mengelola emosinya sendiri. Pemahamn dalam pengendalian emosional bermanfaat untuk menentukan keberhasilan seseorang secara dominant dalam meraih kesuksesan hdup dan dalam dunia kerjanya.
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional sesorang diantaranya :
1.      Genetik. Warisan genetik, memberi serankaian muatan emosi tertentu yang menentukan temperamennya.
2.      Proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada setiap individu berlangsung sejak lahir dari lingkungannya. Lingkungan sangat mempengaruhi segala bentuk perilaku dalam diri individu. Proses pembelajaran terbagi di tiga tempat ;
1.      keluarga
2.      sekolah formal
3.      masyarakat
3.      Kemampuan atau pemahaman agama. Agama menjadi salah satu landasan pokok bagi kehidupan manusia. Pemahaman terhadap agama mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir seorang individu.
4.      Penyakit. Kelainan – kelainan tertentu dalam diri individe berpengaruh pada kecerdasan emosional ( berupa hormon, syaraf, dsb )
5.      Neurotistik. Yaitu logam berat, insektisida, atau pengaruh narkoba pada diri individu.

KECERDASAN HOLISTIK

Kecerdasan Holistik adalah kemampuan dan pemahaman individu terhadap sisi spiritual dalam dirinya.
Penciptaan manusia oleh Allah swt terdiri dari empat unsur :
1.      Jasad sebagai penindak, berbuat, malaksanakan
2.      Akal sebagai penerioma ilmu, penerima maklumat
3.      Nafsu sebagai penerima rangsang dan berkehendak
4.      Hati semata – mata sebagi perasa

Fakta dalam masyarakat Indonesia :
  1. hilangnya kejujuran
  2. hilangnya rasa tanggung jawab
  3. tidak berpikir jauh kedepan ( tidak visioner )
  4. rendahnya disiplin
  5. krisis kerjasama
  6. krisis keadilan
  7. krisis kepedulian
Melihat dan memahami fakta yang terjadi dalam masyarakat Indonesia perlu diadakan perbaikan. Usaha yang dapat dilakukan diantaranya :
  1. merubah mindset
  2. change believes ( mengubah kepercayaan )
  3. change behaviours ( mengubah perilaku )
  4. mengalami nilai moralitas
  5. jujur, adil dan bertanggung jawab
  6. menjadi individu yang visioner
  7. bekerja sama

Yang menentukan kesuksesan bukanlah keterampilan teknis melainkan kualitas diri yang termasuk dalam kategori softskill  atau keterampilan berhubungan dengan orang lain. (  people skills )
Kiat – kiat sukses menurut pemateri :
  1. Nafsu ( semangat, gairah )
  2. intelegensi (  hard skll  )
  3. kemampuan komunikasi yang baik
  4. kesehatan dan energi yang makksimal
  5. kcerdasan spiritual yang baik
  6. kreati, inovatif
  7. rendah hati
  8. selalu bersikap positif
  9. hidup dalam keluarga yang harmonis ( selalu mengusahakan keselarasan antar individu dalam keluarga )
  10. fokus terhadap suatu pekerjaan dan disiplin dalam pengerjaannya. 
 Maaf ane lupa ngutip dimana, jangan lupa sumbernya..

Makalah - Fungsi Komunikasi


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG
Komunikasi merupakan sarana yang paling vital bagi setiap manusia untuk mengerti dirinya sendiri, mengerti orang lain dan memahami lingkungannya. Mengetahui tempat dan cara kehadirannya di masyarakat serta hubungan dengan sesama yang ada di sekitarnya. Semua itu dapat dipahami dengan adanya “Jalur Komunikasi” yang terjalin baik. Komunikasi tidak saja dikenal dalam bidang kehumasan (public relations) ataupun dalam dunia pers, melainkan mempunyai cakrawala pemahaman yang sangat luas. Hampir di setiap aspek kehidupan manusia terjalin proses komunikasi yang disadari maupun tidak disadari.
Komunikasi menjadi sarana bagi manusia untuk menjalin hubungan sosial diantaranya. Hubungan sosial yang terjalin akan memudahkan setiap individu untuk memenuhi kehendak dan kebutuhannya.
Tujuan – tujuan dalam berkomunikasi , oleh para pakarnya di asumsikan sebagai fungsi komunikasi. Fungsi – fungsi komunikasi yang dipaparkan dalam keilmuan komunikasi merupakan tujuan – tujuan yang hendak dicapai ketika terjadi komunikasi antarindividu. Tujuan – tujuan yang dimaksud akan tercapai bila respon yang diberikan komunikan adalah respon yang positif.
Dalam makalah ini akan dijelaskan secara sederhana beberapa fungsi – fungsi komunikasi yang telah dirumuskan oleh pakarnya.

1.2  TUJUAN
            Dalam penulisan makalah ini, memiliki tujuan ;
a.       Mengenal fungsi-fungsi dari komunikasi
b.      Memahami dan mengaplikasikan fungsi-fungsi komunikasi

1.3  PEMBATASAN MASALAH
            Dalam penulisan makalah ini penulis hanya membahas fungsi-fungsi dari komunikasi yang telah dirumuskan secara garis besar oleh pakarnya.

BAB II
PEMBAHASAN

Apa yang mendorong kita berkomunikasi ?
Manfaat – manfaat apa yang kita peroleh dalam berkomunikasi ?
Sejauh mana komuniksai memberikan andil bagi kepuasan kita ?
Pertanyaan – pertanyaan demikianlah yang lebih difokuskan oleh ahli komunikasi. Pertanyaan – pertanyaan inilah yang selalu menjadi pemikiran pakar komunikasi daripada mendefinisikan apa yang diosebut komunikasi. Adapun untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut, para pakar komunikasi merumuskan fungsi – fungsi komunikasi. Fungsi – fungsi ini dirumuskan berdasakan pengamatan terhadap lingkungan.
Fungsi Komunikasi secara umum
1.       Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan
2.       Tidah terasing atau terisolasi dari lingkungan
3.       dapat mengajarkan atau memberitahukan sesuatu
4.       dapat mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan
5.       Dapat mengenal diri sendiri
6.       Dapat memperoleh hiburan atau menghibur orang lain.
7.       Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang
8.       Dapat mengisi waktu luang
9.       Dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan
10.    Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku sebagaimana diharapkan.
Deddy Mulyana dalam bukunya, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengutip Kerangka berpikir William I. Gorden mengenai fungsi-fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat bagian.
1. FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan. Pembentukan konsep diri.
Komunikasi sosial merupakan komunikasi yang dilakukan sebagai bentuk pemenuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman, dan tentram. Dua komunikan yang saling berkomunikasi tanpa menentukan topik sebelumnya dan tanpa ada tujuan khusus, mampu berkomunikasi hingga berjam – jam. Pesan – pesan yang saling ditukarkan mungkin hal yang remeh, namun pembicaraan antara keduanya menimbulkan rasa senang dan nyaman.
a. Pembentukan konsep diri
            konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan hal ini kiota dapatkan dari inforamasi yang disampaikan orang lain kepada kita. Aspek – aspek konsep diri meliputi jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, pengalaman, rupa fisik, dan lain sebagainya yang kita tanam dalam diri kita melalui peryataan ( umpan balik ) dari orang lain, yang akhirnya menuntut kita untuk berperilaku sebagaimana orang lain memandang kita.
b. Pernyataan eksistensi diri
            Orang berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis. Bila kita berdiam diri maka seolah – olah kita tidak ada ( menurut persepsi orang lain ). Sikap aktif dari individu merupakan bentuk peryataan dirinya  bahwa dia ada. Sedangkan sikap pasif ( diam ), akan memepengaruhi orang lain untuk mempersepsikan bahwa kita tidak tidak ada dan tidak dinutuhkan.
c. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan
            Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita harus berkomunikasi dengan orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Kebutuhan biologis seperti makanan dan minuman. Kebutuhan psikologis seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui komunikasi pula, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makana cinta, kasih sayang, keintiman, simpati, rasa hormat, bangga, benci dan lain sebaagainya. Melalui komunikasi, kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan yang satu dengan perasaan lainnya.
2. FUNGSI KOMUNIKASI EKSPRESIF 
Komunikasi ekspresif tidak secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi orang lain, namun dapat terjadi sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen dalam menyampaikan perasaan ( emosi ) kita. Perasaan tersebut disampaikan melalui pesan – pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, takut, marah atau benci dapat disampaikan lewat kata – kata, namun dapat tersampaikan pula melaui perilaku nonverbal.
3. FUNGSI KOMUNIKASI RITUAL
Komunikasi ritual sering dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara - upacara berlainan sepanjang tahun. Dalam kegiatan –kegiatan tersebut orang mengucapakan kata – kata dan menampilkan perilaku yang bersifat simbolik. 
4. FUNGSI KOMUNIKASI INSTRUMENTAL
Komunikasi instrumental  mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur (persuasif).  Komunikasi instrumental mengandung muatan persuasif yang mempengaruhi komunikan untuk mempercayai bahwa pesan yang disampaikan komunikator akurat dan layak untuk diketahui.
BAB III
PENUTUP

1. Simpulan
            Fungsi komunikasi secara garis besar terbagi atas empat fungsi. Yaitu sebagai komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual dan komunikasi instrumental. Fungsi – fungsi ini mencakup berbagai macam tujuan individu melakukan komunikasi dengan individu yang lain. Selain untuk menyampaikan maksud juga untuk menerima respon dari lawan komunikasi.

2. Saran
             Setelah mengetaui fungsi – fungsi komunikasi, kita hendaknya mampu berkomunikasi dengan baik, pada tempatnya serta dengan media yang tepat.

Tugas Analisis Wirausaha


            Tantangan pembangunan yang dialami saat ini terutama adalah tantangan kesempatan kerja atau usaha bagi penduduk yang terus meningkat. Jutaan orang atau pemuda memerlukan kerja sementara lapangan kerja formal yang baru relative lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang ada. Bahkan sebagian lowongan kerja yang ada tidak dapat terisi oleh mereka yang mencari pekerjaan karena tidak memenuhi persyaratan atau kualifikasi yang diminta. Sebagian besar tenaga kerja tersebut memang berpendidikan rendah dan tidak memiliki keterampilan khusus. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka kemudin mencari dan berusaha sendiri dalam berbagai usaha kecil. Karena usaha mereka umumnya tidak menentu dan tidak terdaftar secara resmi, maka usaha mereka sering disebut usaha informal.  Contoh usaha tersebut adalah seperti studi kasus yang akan dipaparkan di bawah ini.
            Pak Sa’i dan lampu hemat energi. Seorang warga yang hanya selesai mengenyam pendidikan SMP ini hanyalah warga biasa yang tak pernah sekolah tentang listrik. Namun, kesabaran, keuletan dan kekreatifannya membuhkan hasil. Limbah sampah yang siap dibuang bisa dimanfaatkannya menjadi barang baru yang berdaya guna. Warga pamekasan ini mampu mendulang rupiah dari keterampilannya membuat ribuan lampu hemat tenaga listrik. Pada awal ’90, pak Sa’I berhasil merangkai sebuah lampu komponen hemat daya listrik. Sejak itu teruslah dia kembangkan keterampilannya ini hingga sekarang mampu membeli tanah dan membangun rumah tinggal dan tempat usahanya.
            Usaha membuat lampu hemat daya listrik inipun mulai dilirik konsumen. Sampah – sampah elektonik yang dikumpulkan pak Sa’i dan telah diolahnya menjadi barang berguna ini terus maju hingga tahun 1997. Konsumen pak Sa’i pun merambah tidak hanya di Pamekasan, melainkan di Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Probolinggo. Di masing – masing daerah ia telah menempatkan distributornya. Usaha ini mulai sedikit menurun ketika krisis moneter melanda pada tahun 1998. Sejak itu kondisi usahanya semakin parah, ditambah sejak masuknya lampu hemat impor dari Cina. Meski dirasa menurun, pak Sa’i terus berproduksi dengan mencoba memberikan pelayanan lebih, disertai dengan harapan adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor yang menjadi saingan dalam usahanya.

Analisis :
            Kegiatan yang dilakukan oleh pak Sa’i tergolong dalam kegiatan wirausaha. Minoritas. Ada kemungkinan untuk semakin berkembang atau bahkan berhenti sama sekali. Yang dialami pak Sa’i pada mulanya adalah usaha yang berkembang pesat kian harinya. Namun karena perubahan dinamika pemerintahan, usaha pak Sa’i mengalami kemunduran. Ada kemungkinan apabila keterpurukan yang dialami usahanya semakin meningkat, usahanya akan berakhir.   
            Usaha pak Sa’i tergolong usaha informal. Usahanya awalnya adalah usaha yang tidak terstruktur dan tidak direncanakan. Pengembangannya juga merupakan pengembangan siuasional yang mengandalkan pada nasib. Tapi, usaha pak Sa’i ini merupakan hasil dari jiwa inofatif, kreatif, dan  analitif. Selain mengandalkan keterampilan, kemampuan melihat peluang adalah bukti bahwa ada jiwa wirausaha dalam diri pak Sa’i. Semasa usahanya mampu menaikkan taraf hidup, pak Sa’i berusaha ntuk melebarkan sayap. Pun ketika krisis moneter melanda, pak Sa’i terus melakukan upaya untuk mempertahankan usahanya. 

Kelemahan usaha yang ia rintis diantaranya:
  1. Kurangnya stabilitator dari pemerintah, sehingga usahanya kalah saing dengan produk impor.
  2. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk lokal

Bentuk – bentuk upaya yang dapat dilakukan, diantaranya perlu:
  1. Kesadaran pemerintah untuk membatasi impor produk asing dan memberdayakan usaha kecil seperti milik pak Sa’i agar mampu bersaing di pasaran
  2.  Kesadaran pemerintah untuk memberikan wacana kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing. Perlu adanya wacana yang memberitakan untung dan rugi penggunaan produk asing.
  3. Pengembangan usaha dari pak Sa’i dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Perlu juga menambah wawasan dalam diri pak Sa’i agar lebih mampu mengenal dunia usaha dan mengantisipasi segala resikonya.
  4. Peningkatan manajemen dalam usahanya. Penambahan relasi, penambahan pangsa pasar, peningkatan kualitas, dan perencanaan usaha
  Memenuhi Tugas di mata kuliah Kewirausahaan

Filsafat Pancasila


Filsafat Pancasila

Secara Etimologis istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani, ”Philein” yang artinya “cinta” dan “Sophos” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom”. Secara harfiah, makna filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup manusia, di mana manusia selalu berupaya mencari pandngan hidup yang paling benar, paling baik dan membawa kesejahteraan dalam kehidupannya.
            Arti filsafat dikelompokkan menjadi dua:
1.      Filsafat Sebagai Produk
a.       Filsafat yang mencakup arti – arti filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep dari para filsuf, teori, sisitem atau pandangan tertentu, yang merupakan hasil dari proses berfilsafat dan yang mempunyai cirri – cirri tertentu.
b.      Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Pengertian ini berciri – cirri khas sebagai suatu hasil kegiatan berfilsafat, di mana persoalan diselesaikan dengan berfilsafat (filsafat sebagai proses yang dinamis)
2.      Filsafat Sebagai Suatu Proses
Filsafat yang diartkan sebagai bentuk suatu aktifitas berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahan.
Manfaat Filsafat
Tujuan – tujuan berfilsafat adalah untuk mengumpulkan pengetahuan manusia, mengajukan kritik, menilai pengetahuan, dan mnemukan hakikatnya. Maka manfaat yang dapat diambil dari berfilsafat adalah terbawanya kita pada pemahaman akan tindakan yang lebih layak, bijaksana, dan arif. Sedangakn fungsi filsafat adalah sebagai pandangan hidup untuk bisa bertindak bijaksana, berwawasan luas, dan obyektif memandang suatu obyek. Filsafat akan membentuk sikap kritis, analis yang kritis yang kompeten.
Kesatuan Filsafat
  1. Epistemologi, yaitu filsafat sebagai suatu pengetahuan (logika, ilmu, metodologi) yang menjadi dasar bagi manusia untuk bertindak. Hal ini menekankan bahwa segala sesuatu yang kita pelajari harus memiliki landasan ilmu pengaetahuan.
  2. Ontologi, yaitu bagian – bagian atau wujud dari filsafat, di mana segala sesuatu yang kita kaji harus memilki bentuk kajian itu sendiri. Ontologi menitikberatkan pada mengkaji suatu bentuk konkret, faktual, transdental maupun metafisis.
  3. Aksiologi, yaitu filsafat sebagai suatu ilmu yang berbentuk diterapkan dalam kehidupan, dengan membandingkan filsafat yang satu dengan filsafat yang lain sebagai upaya mencari hakikat kebenaran dan kebijaksanaan dalam bentuk evaluasi.

Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Pancasila yang terdiri dari lima sila pada hakikatnya adalah sebuah system. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, yang terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Pancasila yang terdiri atas bagian – bagian yaitu sila – sial Pancasila, di mana setiap sila pada hakikatnya merupakan asas tersendiri, yang berfungsi masing – masing dengan tujuan tertentu nyang berbeda. Namun, isi masing – masing sila pada hakikatnya adalah satu kesatuan dan keutuhan yang sifatnya majemuk tunggal, yaitu saling terkait antara sila yang satu dengan sila yang lain dan tidak dapat berdiri sendiri – sendiri.

Kesatuan Sila – Sila Pancasila
            Jika dilihat dari intinya, sila – sila dalam pancasila menunjukkan suatu rangkaian yang berurutan, di mana sila yang mendahului sila yang lain adalah karena suatu kekhususan. Dalam susunan hierarkis dan piramidal, ketuhanan yang Maha Esa menjadi basis kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial. Sebaliknya, Ketuhana yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, yang membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Demikian seterusnya sehingga tiap – tiap sila dalam Pancasila mengandung sila – sila yang lain.

Kesatuan Pancasila sebagai suatu Sistem Filsafat
Kesatuan Pancasila sebagai filsafat adalah pancasila yang terdiri dari lima sila dijalankan sebagi suatu sistem yang selalu menjadi landasan, menjadi pandangan hidup, serta menjadi tolak ukur utama dalam berindak.  Filsafat Pancasila adalah bagaimana masyarakat Indonesia bertindak berdasarkan sila – sila pancasila dan menjauhkan diri dari segala hal hal yang tidak berakar pada pancasila.
Kesatuan sila – sila pancasila pada hakikatnya bukan hanya kesatuan yang bersifat formal, namun meliputi kesatuan Epistemologis, Ontologis dan aksiologis.
1.      Dasar Epistemologis Sila – sila Pancasila
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada dasarnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan, pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam smesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hdup serta sebagai dasar bagi manusia menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
Hal mendasar dalam epistemologis yaitu;
a.       Sumber pengetahuan manusia
b.      Teori kebenaran pengaetahuan manusia
c.       Watak pengetahuan Indonesia
2.      Dasar Ontologis Sila – sila Pancasila
Dasar Ontologis Pancasila adalah manusia, yang memilki hakikat mutlak monopluralis. Subyek pendukung pancasila adalah manusia itu sendiri. Sama halnya ketika kita memahami dari segi filsafat negara bahwa pancasila adalah dasar filsafat negara. Adapun pendukung pokok negara adalah rakyat, dan unsur rakyat adalah manusia itu sendiri. Dalam filsafat Pancasila tersirat bahwa dasar antropologis sila – sila pancasila adalah manusia.
3.      Dasar Aksiologis Sila – sila Pancasila
Dasar aksiologis pancasila adalah nilai – nilai yang digunakan manusia untuk mengukur hakikat pancasila. Nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Nilai itu sendiri bergantung pada subyek yang memandang.
Keragaman sudut pandang manusia membedakan nilai – nilai yang disesuaikan dengan sudut pandang subyek.

            Filsafat Pancasila sebagai dasar kehidupan adalah bagaimana manusia bertindak berdasarkan nilai – nilai pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat pancasila bertindak sebagai identitas nasional. Hal ini didasari realitas bahwa asala nilai – nilai pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri. Filsafat Pancasila merupakan dasar dari negara dan konstitusi (Undang – undang dasar Negara) Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa filsafat Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, memilki konsekuensi bahwa segala peraturan perundang – undangan dijabarkan dari nilai – nilai pancasila. Dengan kata lain, pancasila merupakan sumber hukum dasar Indonesia, sehingga seluruh hukum positif Indonesia diderivasikan atau dimunculkan dari nilai – nilai pancasila.
            Pancasila menjadi dasar filosofi bagi seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, termasuk sebagai filosofi Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Filsafat Pancasila adalah sebuah pandangan hidup utama yang harus dijalani oleh setiap warga negara Indonesia.

Lomba ILM DAAI TV Global Warming


Ayo Ikutan, LOMBA ILM DAAI TV GLOBAL WARMING VIDEO AWARD 2011! (DL 31 januari 2012)

by Ratna Dks on Friday, December 2, 2011 at 1:21am
DAAI TV, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH ) dan SET FILM Workshop menyelenggarakan Lomba
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT


DAAI TV Global Warming Video Award 2011
Small Actions Make Difference

Terbuka untuk UMUM, PELAJAR & MAHASISWA
Total Hadiah 30 Juta !

Ayo kirimkan Karya mu sebelum 31 Januari 2012 !

REGULASI
DAAI TV GLOBAL WARMING
VIDEO AWARD 2011

PERSYARATAN LOMBA

1. Durasi 60 atau 30 detik.

2. Tidak menggunakan tanpa ijin materi yang dimiliki dari pihak ketiga.

3. Tidak mengandung unsur sara dan pornografi.

4. Ide cerita iklan original dari peserta, bukan jiplakan dari karya orang lain.

5. Tidak mempromosikan produk tertentu.

6. Format pengiriman 1 DVD data film berformat MOV atau AVI resolusi 720 x 576 (DV PAL) high   resolution.

7. Panitia tidak akan mengembalikan materi DVD / VCD yang sudah diserahkan.

8. Panitia memiliki hak siar atas karya yang masuk nominasi untuk keperluan sosialisasi pendidikan lingkungan  hidup.

9. Setiap individu / tim tidak boleh mendaftarkan lebih dari satu iklan.

10. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

11. Lomba tertutup bagi karyawan penyelenggara (Karyawan KLH, DAAI TV dan SET Film Workshop).

12. Karya belum pernah dipublikasikan dalam media apapun (TV, Youtube, Social Network, dll)

KATEGORI LOMBA

ANIMASI & NON ANIMASI


PENDAFTARAN & PENGUMPULAN KARYA 
• Pendaftaran dimulai 1 November 2011 dan ditutup pada 31 Januari 2012 (cap pos).
• Setiap peserta yang mendaftar lebih dari 1 (satu) orang atau atas nama Tim, diwajibkan menyertakan nama anggota Tim nya saat pengisian formulir.
• Menyertakan Kartu Tanda Pengenal (KTP / KTM / Kartu Pelajar / SIM)
• Formulir dapat diambil di kesekretariatan (SET Film Workshop) atau download di www.globalwarmingvideoaward.blogspot.com atau melalui email panitia set.globalwarming@gmail.com
• Pengumpulan Karya paling lambat 31 Januari 2012 (CAP POS).
* Karya & formulir dikumpulkan berbarengan (jgn dipisah).

• Sekretariat Panitia & alamat pengumpulan karya:

SET FILM WORKSHOP

Attn: Panitia Lomba Global Warming Video Award
Jl. Bambu Kuning No. 8 Blok A
Panglima Polim Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp : 0815 10594899 / 021 72799227
Email : set.globalwarming@gmail.com
Web : www.globalwarmingvideoaward.blogspot.com

** Mohon Informasi, jika di kota atau daerahnya ada komunitas film, Kampus atau Sekolah yang ingin mendapatkan poster atau flyer lomba, bisa tolong di infokan kepada kami alamat dan ditujukan kepada siapa. ^_^ trims

Lomba Kepenulisan- Audisi Penulis Buku “Kisah Romantis”

Kamu punya naskah kisah romantis yang belum dikirimkan ke media atau belum dibukukan? Daripada hanya disimpan saja, yuk diikutkan aja ke even ini….

 Ok deh, bagi yang mau ikutan, baca ketentuannya ya?

 1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
 2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik & benar.
 3. Naskah harus karya asli, bukan terjemahan.
 4. Tema: kisah romantis (fiksi/true story)
 5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik & online dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
 6. Naskah diketik dengan komputer di atas kertas A4 dengan jarak spasi 1,5. Font TNR, panjang naskah sekitar 6-10 halaman
 7. Diakhir naskah, tuliskan biodata narasimu maksimal 250 kata.
 8. Memiliki akun FB dan memposting info lomba ini di catatan FB masing-masing dengan mengetag teman minimal 20 teman.
 9. Peserta hanya boleh mengirim 1 naskah terbaiknya.
 10. Ada nilai plus jika naskahnya Islami
 11. Naskah di kirim ke email: futicha.turisqoh@gmail.com
 dengan subjek email: romantis_judul naskah_nama penulis
 12. Naskah dikirim paling lambat 17 Januari 2012 pukul 23.59 WIB
 13. Pengumuman pemenang pada tanggal 2 Februari 2012

Bagi pemenang 1, 2, dan 3 akan mendapatkan paket buku dari panitia, dan 25 naskah terbaik akan dibukukan. Ok, selamat berkarya!

Salam,
Puput Happy

Mencintai Tanpa Syarat

Co-Pas from Kaskus.us

Mencintai Tanpa Syarat

Berbagi A Very Touching Story 
Semoga bermanfaat.

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.

"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku. ..Jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis

" Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..."BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".

(Semoga Allah memberkahi para suami yang sholeh dan istri yang sholehah)